Ada banyak cara yang diciptakan dalam memberikan makanan kepada anjing agar tidak membuatnya menjadi kegemukan atau obesitas. Secara umum, cara yang paling banyak digunakan adalah dengan tidak memberikan variasi makanan yang sangat beragam karena dapat membuat masalah pada pencernaan hewan tersebut.

Selain itu, usahakan untuk tidak membiarkan makanan tersisa. Jadi ketika ada makanan tersisa, langsung bawa pergi dan buang setidaknya setelah 20 menit ditinggalkan atau tidak dimakan oleh anjing yang bersangkutan. Dan lagi, jangan sampai terlupa untuk menyediakan air yang cukup. Berikut ini beberapa informasi terkait dengan pemberian makanan ke anjing peliharaan secara tepat.

Kuantitas makanan

Seperti halnya hewan lain pada umumnya, setiap anjing dalam usia yang berbeda-beda selalu membutuhkan makanan dengan kuantitas yang berbeda-beda pula. Contohnya saja, anjing yang masih baru lahir sangat berbeda kuantitas makanannya dengan anjing dewasa. Tidak hanya itu saja, kuantitas makanan tersebut juga didasarkan pada kondisi tubuh, tingkat aktivitas serta kebutuhan akan kalori dan nutrisi dari hewan tersebut.

Seekor anak anjing mampu tumbuh 20 kali lebih cepat dibandingkan anjing-anjing dalam usia remaja atau dewasa. Oleh karenanya, dibutuhkan kuantitas dan kualitas makanan yang tepat agar dapat membantu perkembangan fisiknya.

Dalam pemberian makanan pun harus diformulasikan secara khusus dan tidak diberikan secara langsung dalam jumlah besar atau banyak melainkan dalam interval waktu yang berbeda. Hal itu perlu dilakukan karena rata-rata perut anjing yang masih kecil belum dapat meregang dengan sempurna.

Dari usia 0 sampai dengan 4 bulan, kuantitas pemberian makanan adalah sebanyak 4 kali sehari dan kemudian hanya menjadi 3 kali sehari ketika sudah berusia di atas 6 bulan. Pengurangan pemberian makanan tersebut juga dapat dilakukan ketika dirasa usia anjing sudah mulai beranjak dewasa.

Tanda makanan yang baik

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah makanan yang diberikan ke anjing tergolong bagus atau cocok ataukah tidak. Cara paling mudah untuk mengetahuinya adalah melalui tinja dari anjing tersebut. Jika tinjanya berwarna coklat tua, bertekstur keras dan terbentuk, maka makanan yang diberikan termasuk cocok untuk terus dikonsumsi.

Makanan untuk Anjing

Namun jika justru tinjanya lunak dan berair, maka itu tandanya makanan yang diberikan tidak cocok dan anjing tersebut sedang mengalami masalah pada pencernaannya. Oleh karena itu ada baiknya langsung dibawa ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan penjelasan dan perawatan lebih lanjut.

Makanan kering vs makanan basah

Ada 2 jenis makanan untuk anjing yang dijual di pasaran, yaitu makanan kering dan makanan basah. Kedua jenis makanan ini tidak dipermasalahkan untuk diberikan ke anjing peliharaan, hanya saja memang ada perbedaan kualitas dari keduanya.

Makanan basah dapat dicerna dengan baik tanpa menggunakan banyak tenaga, akan tetapi kandungannya kurang begitu lengkap, sedangkan kebalikannya, makanan kering memiliki kandungan yang cukup lengkap dan berkualitas tinggi walaupun membutuhkan usaha dalam mencernanya serta harganya lebih mahal.

Makanan ringan

Seperti halnya manusia, anjing juga terkadang butuh makanan ringan sebagai camilan di kala sedang tidak butuh makan berat. Hanya saja yang perlu diperhatikan bahwa sekarang ini ada banyak makanan ringan untuk anjing dijual di pasaran dan dibutuhkan kejelian dalam membeli yang paling baik untuk anjing peliharaan.

Untuk mengetahui makanan ringan seperti apa yang bagus, maka lihat pada label kemasannya. Usahakan untuk memilih yang mengandung gula atau laktosa sedikit karena kandungan tersebutlah yang dapat membuat anjing bertambah berat badannya dan menjadi obesitas.

Please follow and like us: